MATAHARI bersinar terang dan udara musim gugur yang segar menyelimuti Moskwa. Ini kota berubah menjadi hamparan warna amber, emas, dan merah tua yang memukau.
Meskipun taman-taman bersejarah, semisal, Gorky Park atau Sokolniki, menjadi pilihan klasik untuk menikmati suasana musim gugur, ada nuansa romantis nan industrial yang khas saat menikmati musim di Winzavod Contemporary Art Center.
Terletak tak jauh dari stasiun metro Kurskaya dan Chkalovskaya, bekas pabrik anggur abad ke-19 yang ikonik ini telah bertransformasi menjadi pusat seni kontemporer Rusia yang dinamis.
Aktivitas seniman di Winzavod Contemporary Art Center. (Postmodum)
Saya berkunjung pada musim gugur ini. Ada perpaduan sempurna antara estetika industrial yang berkarakter, galeri dalam ruangan yang hidup, dan pengalaman kuliner yang hangat sekaligus nyaman.
Daya tarik utama Winzavod di musim gugur terletak pada arsitektur ruang terbukanya. Saat melangkah ke halaman tengah, kita akan dikelilingi oleh bangunan bergaya loft dari bata merah megah, portico bersejarah yang apik, serta jalan setapak berbatu yang ditaburi dedaunan gugur.
Dinding bata yang tampak usang menjadi latar belakang bertekstur nan kasar. Sempurna bagi mural seni jalanan yang memukau serta karya seni grafiti yang terus berganti di seluruh dinding kompleks tersebut.
Saat embusan angin musim gugur yang sejuk mulai terasa di sore hari, labirin pintu dan ruang-ruang pabrik beratap tinggi di sana tidak lagi terasa seperti museum konvensional. Melainkan lebih menyerupai petualangan urban yang menghanyutkan.
Para fotografer akan menemukan inspirasi tiada habisnya dalam kontras antara langit utara yang kelabu. Begitu pula rona hangat batu bata dan semburat warna mencolok dari instalasi seni jalanan karya seniman internasional.
Ruang imajinasi
Siang itu, saya masuk ke salah satu dari sekian banyak ruang seni independen yang berada di kawasan Winzavod. Kompleks ini menaungi lebih dari selusin galeri papan atas. Semuanya menampilkan perpaduan dinamis antara karya seniman kontemporer ternama dan mereka yang mengusung gaya mutakhir.
Anastasia Grigorievna. (Postmodum)
Sebagai pusat seni, ada sejumlah galeri di kompleks itu. Beberapa yang terkenal, antara lain: Ovcharenko Gallery yang didirikan pada tahun 1990. Galeri ini merupakan salah satu pelopor galeri seni modern swasta di Moskwa. Pihak manajemen secara konsisten menghadirkan pameran seni konseptual yang menggugah pemikiran.
Kemudian, 11.12 Gallery & XL Gallery. Ini serupa institusi yang sangat disegani di kawasan ini. Keduanya secara berkala memperbarui tampilan ruang pameran mereka dengan karya patung yang berani, lukisan abstrak tanpa batas, dan instalasi seni lintas media.
Di belakang gedung utama, terdapat lapangan basket mini dan karya instalasi yang dipajang di luar ruangan. Di gazebo belakang, terdapat mural yang membentang panjang. Street art disajikan secara spesial dari para seniman yang pernah melakukan residensi di tempat itu. Independent art dan post-graffiti dapat ditemukan di sana.
Tak ketinggalan, Gudang Anggur Berlangit-langit Kubah (The Vaulted Wine Cellars). Pameran temporer berskala besar kerap diadakan di ruang penyimpanan bawah tanah yang luas dan bersejarah—sebuah latar yang kontras dan dramatis, yang memberikan imajinasi sekaligus nuansa luar biasa bagi karya seni modern.
Residensi seniman
Saking banyak galeri yang menawarkan gaya dan ciri khasnya, salah satu galeri yang menarik perhatian saya ialah Open Studios. Kebetulan, di studio terbuka ini sedang berlangsung sebuah residensi seniman lokal Rusia bertajuk Winzavod. New Names pada sejak Juli 2026 hingga Januari 2027 mendatang.
Studio terbuka ini menggabungkan format lokakarya atau residensi dengan program pendidikan dan bimbingan. Program residensi di studio tersebut, sejauh ini, sudah menghasilkan lebih dari 100 seniman yang lihai menguasai seni kontemporer Rusia dan dunia.
Olga Belyakov. (Postmodum)
Pada Winzavod. New Names kali ini, ada 10 seniman plus satu mentor yang terlibat. Mereka ialah Yana Arbuzova (Samara, 1992), Olga Belyakova (Noginsk, 1992), Morra Kozlitina (Moskwa, 1997), Katya Kosova (Moskwa, 1996), dan Kristina Purshina (Leningrad, 1987), Dmitry Pechurin (Moskwa, 1992).
Lalu, Lyubov Remizova (Moskwa, 1983), Anastasia Grigorievna (Kislovodsk, 1989), Alyona Troitskaya (Novosibirsk, 1982), dan Konstantin Chirkov (Moskwa, 1986). Mentor proyek ini ialah Alexei Korsi (Moskwa, 1986).
Sebagai seorang mentor profesional, peranan Alexei Korsi tidak diragukan lagi. Ia telah meraih Hadian Kandinsky (2013, 2017, dan 2021). Dia juga didapuk sebagai pemenang Hadian Inovasi 2020 dalam nominasi Generasi Baru Rusia. Kehadirannya dalam Open Studios menjadi penting dalam proses membimbing pada peserta.
Saat memasuki Open Studios, suasana residensi terbilang seperti sebuah laboratorium seni. Masing-masing peserta residensi memiliki studio kecil. Mereka sibuk bekerja mengeksplorasikan konsep dan ide untuk dituangkan sebagai karya seni permanen. Lyubov Remizova, misalnya, menghadirkan konsep berkarya dengan menggunakan bahan-bahan utama, seperti logam, grafik, objek, dan instalasi spasial.
Lyubov Remizova. (Postmodum)
“Saya tertarik pada perubahan identitas. Bagaimana lingkungan eksternal, konteks budaya, dan sejarah kolektif secara bertahap menjadi bagian dari diri seseorang. Momen ini penting bagi saya ketika tidak mungkin lagi memisahkan eksternal dari internal, dan tubuh dan memori mulai berfungsi sebagai arsip pengalaman ini,” tutur Lyubov Remizova saat ditemui di sela-sela kegiatan residensi, Jumat (2/10).
Peserta residensi lainnya, seperti Kristina Purshina juga sibuk dengan karya-karya lukisannya. Aneka cat tergeletak di meja dan lantai. Ia sibuk mencampurkan warna demi warna untuk disesuaikan dengan keinginannya menggores cat di atas kanvas putih. Salah satu teknik yang menarik, yaitu Kristina Purshina menggunakan teknik fermentasi kombucha.
Ini merupakan proses biokimia ganda yang digerakkan oleh kultur simbiotik bakteri dan ragi. Mengubah teh bergula menjadi asam organik, karbon dioksida, dan sejumlah kecil etanol. Hasil dari fermentasi itu dibentuk menjadi semacam ‘kertas perkamen’.
Ia menggunakannya ke atas kanvas sehingga terlihat lebih khas dan unik sebagai karya kontemporer. “Saya suka menggunakan teknik fermentasi kombucha dalam bereksperimen,” jelasnya.
Tentang cinta
Pengalaman Kristina Purshina dalam seni internasional tidak diragukan lagi. Pada tahun 2019, ia terpilih sebagai peserta dalam pameran dan konvensi cat air internasional bergengsi, Fabriano in Acquarello (sering disebut sebagai Fabriano Biennale).
Pesta seni itu diselenggarakan secara tahunan dan dua tahunan di Fabriano dan Bologna, Italia. Ajang berskala besar ini secara luas dianggap sebagai salah satu wadah global terbesar yang sepenuhnya didedikasikan untuk seni lukis cat air di atas kertas.
Di tempat yang sama, peserta Katya Kosova terlihat mencampurkan aneka cairan di atas kain. Ia menggunakan teknik printing untuk menghasilkan obyek. Menariknya, Katya Kosova menghadirkan obyek-obyek binatang, semisal anjing sebagai inspirasinya. Salah satu karya berjudul How to say about love berisikan tentang serial printing tentang anjing kesayangannya.
Kristina Purshina. (Postmodum)
Kehadiran Katya Kosova dalam residensi menjadi penting. Sebagai seorang seniman muda yang terus mengeksplorasi hal-hal sederhana di sekitarnya, ia terus menghadirkan karya kontemporer yang menarik.
Katya Kosova menyelesaikan pendidikan di Fakultas Matematika, Universitas Negeri Moskwa dinamai M.V. Lomonosov (2020), Akademi Seni St. Petersburg dinamai Ilya Repin (2025), dan Institut Seni Kontemporer Joseph Bakshtein (2025).
Dengan latar belakang pendidikan seni yang mumpuni, Katya Kosova memberikan bukti penting bahwa seorang seniman perlu mendalami ilmu di perguruan tinggi. Hal itu berguna sebelum terjun secara langsung ke masyarakat. Ia adalah seniman masa depan Rusia yang menjanjikan.
Setelah beberapa jam menghabiskan waktu di Open Studios Winzavod, saya pun memutuskan untuk menikmati segelas kopi dan kudapan ringan di sebuah kedai kopi yang masih di kawasan seni itu. Kafe-kafe berjejeran sehingga mengundang selera untuk menghangatkan tubuh.
Suasana berkesenian yang ada mengalir secara apa adanya di Moskwa memberikan pemahaman penting. Bahwasanya, seni kontemporer Rusia terus mengalami perkembangan pesat sesuai perubahan zaman di era digitalisasi dan globalisasi ini. (P-2)