Iwan Jaconiah

Residensi di Winzavod Contemporary Art Center

MATAHARI bersinar terang dan udara musim gugur yang segar menyelimuti Moskwa. Ini kota berubah menjadi hamparan warna amber, emas, dan merah tua yang memukau.  Meskipun taman-taman bersejarah, semisal, Gorky Park atau Sokolniki, menjadi pilihan klasik untuk menikmati suasana musim gugur, ada nuansa romantis nan industrial yang khas saat menikmati musim di Winzavod Contemporary Art Center.  […]

Read more

Made in Bali Suguhi Kuliner Nusantara di Moskwa

DI bibir sungai Moskwa, sebuah restoran bergaya Bali tegak berdiri. Orang-orang lalu-lalang keluar-masuk. Mereka menikmati sepotong Indonesia di kawasan Gorky Park. Sesaat patahan hujan serupa jarum-jarum kecil berjatuh ke tanah. Pepohonan dengan dedaunan yang telah menguning ikut luruh satu per satu. Angin genit bertiup sedikit kencang saat kami tiba di sana. Moskwa, ibu kota Rusia, […]

Read more

Deru Pacuan Kuda dan Lukisan Men Sagan

SIANG itu, ruang tamu sang maestro terasa seperti kapsul waktu yang menyenangkan. Di layar televisi kabel, kuda-kuda berpacu membelah debu lintasan, diiringi suara komentator yang sahut-menyahut cepat.  Di depan sebuah layar itulah, Men Sagan duduk santai. Wajahnya terlihat begitu segar, jauh dari stereotip seniman tua yang lelah digerus zaman. Ia menyambut kedatangan kami bukan dengan […]

Read more

Pusaka Pramoedya Ananta Toer

WARISAN Pramoedya Ananta Toer (6 Februari 1925 – 30 April 2006) dalam sastra Indonesia tidak hanya soal estetika bahasa. Namun, tentang “Sastra Perlawanan” yang seringkali tercuat dalam pelbagai diskusi sastra.  Dari balik jeruji besi tanpa kertas dan pensil, semasa hidupnya, Pramoedya pernah melahirkan Minke dan Nyai Ontosoroh. Kini, sudah banyak diadaptasi dan dipentaskan ke dalam […]

Read more

Pentateuch Agung Dostoevsky

MEMBACA kembali kisah hidup Fyodor Mikhailovich Dostoevsky (11 November 1821 – 9 Februari 1881) dapat memberikan sebuah pemahaman kepada kita tentang tokoh besar dalam sastra Rusia yang pernah ada dan hidup dalam kesederhanaan. Dostoevsky dan saudara-saudaranya menghabiskan masa kecil mereka di Moskwa. Ayah sang penulis, Mikhail Dostoevsky, bekerja sebagai dokter staf di Rumah Sakit Mariinsky […]

Read more

Lalu Presiden Lalu Seniman

SENI melukis telah menjelma jalan pintas bagi Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk mengekspresikan sisi humanisme dan kecintaannya pada alam.  Sejak purna tugas, karya-karyanya tidak hanya menghiasi galeri pribadi di Pacitan. Namun juga, menjadi instrumen penggalangan dana kemanusiaan melalui berbagai ajang lelang bergengsi di Jakarta.  Di usia opa-opa kini, Yudhoyono kian menjadikan seni […]

Read more

Cahaya Wiwik Oratmangun dalam Pameran Woman’s Colorful Life

BEGITU melangkah melewati pintu kaca galeri, kebisingan klakson kota mendadak luruh, digantikan oleh keheningan yang bernapas. Di hadapan pintu masuk, dinding-dinding putih itu seolah tidak lagi memikul beban pigmen padat, melainkan jendela menuju momen-momen yang dicuri dari waktu.  Pada pameran lukisan bersama bertajuk Woman’s Colorful Life di Pop Up Gallery Talenta, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, […]

Read more

Vikings dalam Sinema Dunia

MENGINGAT ketangguhan Ragnar “Lothbrok” ​​Sigurdsson sebagai tokoh utama dalam serial drama sejarah Vikings, yang diproduksi oleh jaringan televisi Kanada, History Channel, membawa kita untuk memahami tentang sebuah peradaban Bangsa Norse.  Kekuasaan, keberanian, dan kesetiaan menjadi pegangan dalam menjalani pelayaran demi menemukan hal-hal yang baru. Daratan kepulauan lain yang menyimpan rahasia alam sebagai tujuan walau kematian […]

Read more

Raden Saleh

MELANGKAH memasuki ruangan utama pameran seni, mata saya tertuju langsung kepada sebuah lukisan yang dibatasi dengan besi alumunium sebagai pelindung. Sebagaimana di museum atawa galeri berkelas dunia, memang hal itu wajar adanya agar pengunjung tidak menyentuh karya secara langsung.  Ya, di ruangan utama, nampak jelas lukisan Raden Saleh berjudul Penangkapan Pangeran Diponegoro (cat minyak pada […]

Read more

Oase

PADA masa depan, sebuah kompetisi puisi barangkali bukan lagi sekadar menjadi ajang adu rima dan diksi. Namun, jauh dari itu, yaitu bagaimana peserta dapat melakukan eksplorasi mendalam terhadap bentuk, medium, dan pengalaman imersif.  Di sini, laik saya beri apresiasi setinggi-tingginya bagi peserta Lomba Menulis Puisi Tanpa AI yang digelar di Kopi Ketjil – Balai Budaya, […]

Read more