Postmodum

Kulturologi Indonesia

Made in Bali Suguhi Kuliner Nusantara di Moskwa

DI bibir sungai Moskwa, sebuah restoran bergaya Bali tegak berdiri. Orang-orang lalu-lalang keluar-masuk. Mereka menikmati sepotong Indonesia di kawasan Gorky Park.

Sesaat patahan hujan serupa jarum-jarum kecil berjatuh ke tanah. Pepohonan dengan dedaunan yang telah menguning ikut luruh satu per satu. Angin genit bertiup sedikit kencang saat kami tiba di sana.

Moskwa, ibu kota Rusia, ialah kota bersejarah dan penuh dengan kebudayaan yang beragam. Namun, bagi wisatawan Indonesia yang merindukan nuansa tanah kelahiran, ada satu tempat yang mampu membawa sedikit rasa rumah: Made in Bali.

Restoran ini bukan sekadar tempat makan. Namun, sejak dibuka pada bulan Maret 2026 lalu telah menjadi destinasi wisata baru bagi pelancong Indonesia yang sedang berada di ibu kota Rusia. Suasana di dalam restoran sengaja dirancang untuk membuat pengunjung merasa seperti berada di Bali.

Pengunjung melewati Made in Bali di Moskwa. (Postmodum)

“Kami pernah ke Bali untuk melihat alam dan budaya di sana. Saat kembali ke Rusia, tim mendirikan restoran dengan tema budaya kuliner khas Bali. Semua bahan makanan didatangkan khusus dari Indonesia,” ujar Manajer Made in Bali, Natalia Andreevna, kepada Postmodum di Moskwa, pada Kamis (24/9/2026).

Ya, dekorasi yang khas, dengan unsur kayu alami, anyaman, lukisan-lukisan bertema pantai dan ritual Bali, serta lampu-lampu redup menciptakan suasana yang menyenangkan dan intim.

Musik tradisional Bali sesekali dimainkan secara lembut menambah kesan autentik. Tata letak ruangan memberikan privasi tanpa mengurangi nuansa kebersamaan. Semua bernuansa etnik.

Saat kita berada di lantai satu, terlihat berbagai benda-beda, berupa patung dan anyaman. Sedangkan di lantai dua, disediakan untuk acara konser dan pertunjukan seni dan budaya.

“Biasanya pentas musik digelar di sini sesuai dengan program bulanan. Pentas musik selalu menjadi daya tarik pengunjung. Pentas musik biasanya bisa sampai subuh,” jelas Natalia.

Udara di sekitar restoran terasa segar di Musim Gugur ini. Lokasinya yang berdekatan dengan Gorky Park — sebuah taman hijau luas yang menjadi salah satu ikon Moskwa, sangat laik dikunjungi.

Sajian Nusantara

Menu di Made in Bali berusaha menjaga keaslian rasa Nusantara. Ada sajian-sajian klasik seperti Nasi Goreng, Nasi Campur, Rendang, Lumpia, Lawar, dan Satai Lilit. Bumbu-bumbu yang digunakan diimpor atau disesuaikan dengan standar autentik sehingga cita rasanya tetap khas.

Bagi yang ingin mencoba hidangan lebih modern, restoran ini juga menawarkan variasi fusion yang tetap mengutamakan rasa Indonesia. Minuman tradisional seperti es jeruk Bali atau jamu juga tersedia, memberikan sentuhan keaslian tambahan.

Untuk menjaga cita rasa, Made in Bali mendatangkan seorang juru masak langsung dari Bali bernama Nathan. Ia bolak-balik Moskwa-Denpasar dan bertugas untuk menyiapkan segala kebutuhan terpenuhi di restoran. “Sekarang Nathan sedang di Bali, nanti dia akan balik kembali ke sini. Dia juru masak andal kami,” papar Natalia.

Suasana ruangan Made in Bali di Moskwa. (Postmodum)

Lokasi yang strategis di dekat Park Gorky membuat restoran ini sangat praktis sebagai bagian dari itinerary wisata. Setelah berjalan-jalan di taman, menikmati seni di Tretyakov Gallery, Galeri Kontemporer Garage, atau hanya duduk di bawah pohon sambil menikmati cuaca Musim Gugur, pengunjung bisa langsung menuju restoran untuk beristirahat dan makan dengan nuansa Bali.

Kombinasi ini menjadikan Made in Bali lebih dari sekadar restoran. Ia adalah titik emosional, tempat di mana rasa rindu bisa sedikit terobati. Sajian minuman seperti aneka kopi, semisal cappuccino, americano, dan sejenisnya, menjadi buruan. Apalagi, kopinya didatangkan dari Kintamani.

Bagi pelancong Indonesia, restoran ini juga menjadi tempat bertemu sesama warga negara, berbagi cerita perjalanan, atau bahkan mengadakan pertemuan kecil. Pelayanannya yang ramah, dengan beberapa staf yang bisa berbahasa Indonesia atau Inggris, membuat komunikasi jadi lebih mudah.

Kehadiran Made in Bali di Moskwa ialah contoh sempurna bagaimana kuliner bisa menjadi jembatan budaya. Restoran ini tidak hanya menyajikan makanan lezat. Namun, memberikan pengalaman emosional dan budaya yang berharga.

“Saya belum pernah berkunjung ke Bali sehingga coba untuk mengunjungi restoran ini. Makanan di sini enak-enak semua. Mudah-mudahan bisa ke sana (Bali dan Papua) di Musim Panas mendatang. Saya suka pantai dan alamnya,” tutur Masha, seorang pengunjung restoran yang datang dengan pacarnya.

Sebagai tempat bersantai, restoran ini telah menjadi pilihan alternatif bagi Muscovites, sebutan bagi warga Moskwa, untuk menikmati menu oriental yang lezat dan legit. Restoran ini patut menjadi destinasi wajib bagi wisatawan Indonesia yang sedang di Rusia — sebuah oasis Bali kecil di tengah kota besar yang sibuk. (P-2)