Manusia, Investasi Terbesar Indonesia!

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. (Postmodum)

USAI jam makan siang, satu per satu tetamu mulai memadati ruangan utama di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Para undangan saling bertegur sapa dan bercanda ria.

Mereka hadir untuk merayakan sebuah acara bergengsi dan berfaedah bagi perkembangan manusia Indonesia. Yaitu, peluncuran buku Pedoman Penghitungan Indeks Modal Manusia dan Capaian Tahun 2025. Acara ini didukung oleh Tanoto Foundation dan Inovasi.

Sebagai pedoman, buku tentang Indeks Modal Manusia (IMM) tersebut sebagai acuan mencapai visi Indonesia Emas 2045. Itu bukan cuma soal bangun jalan tol atau gedung pencakar langit di IKN. Kunci utama ada pada kualitas manusianya.

Lewat pencapaian IMM atau HCI (Human Capital Index) di tahun 2025, Indonesia makin membuktikan kalau sumber daya manusia (SDM) anak bangsa siap bersaing di kancah global. Kualitas manusia Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Sebagai langkah jitu demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur. Untuk itulah, Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, produktif, serta adaptif terhadap dinamika global.

“Peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan menjadi prioritas pemerintah. Buku ini sebagai acuan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di sela-sela acara di Jakarta, Senin (31 Agustus 2026).

Kalau membicarakan soal Indonesia Emas 2045, impian itu tidak bakal kejadian kalau generasi muda sekarang tidak sehat, tidak pintar, dan tidak memiliki kemampuan adaptif. Sepanjang tahun 2025, kita sudah meliat lonjakan IMM yang sangat positif. Mulai dari angka stunting yang makin ditekan, sampai kualitas pendidikan yang makin inklusif dan ramah digital.

Menurut Rachmat, istilah indeks pembangunan manusia (human developman index) yang dulu dikenal luas kini menjelma IMM. Pasalnya, modal manusia harus menjadi tanggung jawab negara sejak dari kandungan hingga masuk ke sekolah.

“Kalau Indonesia maju dan makmur, maka dunia akan ikut makmur. Kalau Indonesia susah, tetangga internasional juga ikut susah. Contohnya, kebakaran hutan yang sedang terjadi. Negara tetangga (Singapura dan Malaysia) juga ikut susah karena asap,” cetusnya.

Rachmat menjelaskan bahwa dari hasil riset terbaru didapatkan bahwa tingkat usia hidup di Indonesia mengalami kenaikan secara signifikas. Tertinggi, yaitu di Yogyakarta yang rata-rata hingga usia 70 tahun, lalu Bali, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau.

“Ke depannya, perlu membuat buku satu lagi. Usia hidup rata-rata sampai atau di atas 70 tahun. Namun, kita masih 56%, sedangkan di luar negeri mencapai 73%. IMM harus bermanfaat dan berdampak pada SDM yang produktif dan berkarakter menuju 2045,” jelas Alumnus Institut Pertanian Bogor, itu, antusias.

Kilas balik

Capaian modal manusia pada tahun 2025 bukan cuma angka di atas kertas. Namun, berdampak secara langsung ke kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke.

Kesehatan Dasar dan Stunting: Layanan kesehatan preventif makin terintegrasi dari level posyandu hingga digital. Menjadikan tingkat tumbuh kembang anak semakin optimal.

Pendidikan Era Baru: Kurikulum yang fokus pada critical thinking, literasi digital, dan keterkaitan (link and match) antara dunia vokasi dengan industri makin terasa hasilnya.

Perlindungan Sosial Adaptif: Sinergi data yang makin presisi bikin bantuan tepat sasaran. Memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal untuk dapat akses pendidikan dan nutrisi layak.

SUASANA acara peluncuran buku Indeks Modal Manusia. (Postmodum)

Modal manusia yang kuat ialah fondasi utama keluar dari jebakan middle-income trap. Pada tahun 2025, IMM membuktikan kalau Indonesia berada di jalur yang benar. Sekarang saatnya Generasi Z dan Alpha yang memegang kendali — terus belajar, mengasah soft skill, dan menjaga kesehatan mental maupun fisik.

“IMM menjadi instrumen penting dalam menilai pemenuhan hak dasar manusia untuk hidup, memperoleh pendidikan bermutu, dan tumbuh kembang produktif sepanjang siklus hidupnya,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, yang juga turut hadir.

Sebagai data yang merujuk pada 2025, Amalia melihat bahwa tingkat kualitas hidup manusia Indonesia mengalami kemajuan. Ia menjelaskan bahwa tingkat usia hidup tinggi diduduki oleh Yogyakarta, sedangkan terendah di Papua Selatan.

“Di Papua Selatan, tingkat kematian balita dan anak tinggi, sedangkan di DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau rendah. Ke depannya, kami tetap mendukung agar IMM terus terbarukan,” jelas Amalia.

Tiga dimensi utama

Buku Pedoman Penghitungan IMM dan Capaian Tahun 2025 dapat dijadikan sebagai tolak ukur. Melihat potensi produktivitas individu pada usia produktif berdasarkan kondisi kesehatan. Dan, tingkat pendidikan yang diperoleh selama masa tumbuh kembang.

Pengukuran tersebut dilakukan melalui tiga dimensi utama, yaitu kelangsungan hidup (survival), pendidikan, dan kesehatan. IMM menggunakan pendekatan siklus hidup (life-cycle approach). Memandang bahwa pemenutuhan kebutuhan kebutuhan dasar pada setiap tahap kehidupan merupakan investasi yang menentukan kualitas modal manusia pada usia produktif.

SEKRETARIS Jenderal Kemendikdasmen Suharti. (Postmodum)

IMM dinyatakan dalam bentuk indeks positif dengan rentang nilai 0 hingga 1. Nilai yang semakin mendekati 1 menunjukkan semakin tinggi potensi produktivitas yang dapat dicapai.

Sebagai ilustrasi, IMM indonesia sebesar 0,526 pada tahun 2025. Itu menunjukkan bahwa seorang anak yang lahir pada tahun tersebut diperkirakan hanya akan mencapai 56,2 % dari potensi produktivitas maksimalnya ketika usia produktif berdasarkan kondisi kesehatan dan pendidikan yang diperoleh selama masa kembang.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster yang hadir secara daring, mengaku melangkah bersama ke depan menjadi tujuan bersama. Pasalnya, Indonesia Emas bukan cuma mimpi pemerintah. Namun, karya bersama dengan masyarakat.

“Membangun manusia itu penting. Kami di Bali selalu mengedepankan budaya dan tradisi. Sehingga, manusia Bali adalah manusia unggul. Program pendidikan, kesehatan, dan beasiswa terus kami berikan kepada anak-anak yang kurang mampu. Ini untuk memutuskan kemiskinan,” jelas Koster.

Lewat peluncuran buku tersebut, diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pusat dan daerah untuk saling bersinergi dalam membangun manusia Indonesia. Keberlangsungan pengembangan IMM memerlukan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat tata kelola data.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti yang hadir sebagai pembicara dalam sesi diskui menilai perlu menyempurnakan metodologi secara berkala. Menerapkan manajemen risiko secara berkelanjutan. Dan, memperkuat sinergi litas sektor dalam pengelolaan dan pemanfaatan IMM.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, IMM diharapkan dapat menjadi instrumen yang andal dalam mendukung perencanaan, pemantauan, dan evalusia pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2024. (P-2)

Editor : Iwan Jaconiah

Related posts

Johan Tanan Tampil di Badan Bahasa

Meningkatkan Literasi Kita

Ngopi Budaya Prof Bambang Wibawarta