Perpusnas

Literasi

PAGI belum beranjak pergi saat satu per satu pengunjung mulai berdatangan silih berganti. Mereka melewati paviliun era kolonial yang menampilkan sejarah literasi Indonesia. Pajangan media tulis tradisional seperti lontar dan bambu tampak rapi di mata.  Di belakang, monolit kaca dan beton setinggi 126,3 meter berdiri sebagai penentangan yang tenang terhadap kebisingan digital abad ke-21. Ya, […]

Read more