Postmodum

Literasi

PAGI belum beranjak pergi saat satu per satu pengunjung mulai berdatangan silih berganti. Mereka melewati paviliun era kolonial yang menampilkan sejarah literasi Indonesia. Pajangan media tulis tradisional seperti lontar dan bambu tampak rapi di mata.  Di belakang, monolit kaca dan beton setinggi 126,3 meter berdiri sebagai penentangan yang tenang terhadap kebisingan digital abad ke-21. Ya, […]

Read more

Solo Punya Cerita 

JALANAN masih basah usai diguyur hujan sekitar lima jam. Satu dua tetesan air nampak luruh perlahan dari reranting pepohonan di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, sore itu.  Para tukang becak sesekali lalu lalang melaju. Di sudut lampu merah, seorang pria usia baya mengayuh tanpa henti. Di bibirnya terselip sebatang kretek. “Becak, Mas,” ujar Sugiyono, […]

Read more

Mozaik Pesastra Venezuela 

MENENGOK perjalanan perpuisian Venezuela dapat memberikan kita sedikit angin segar. Negara itu tidak hanya memiliki kekayaan minyak bumi, namun melahirkan para penyair besar yang mengguncang kesusastraan dunia.  Berbicara tentang pesastra flamboyan dalam sejarah Venezuela, percakapan biasanya berpusat pada seorang tokoh besar, yaitu Andrés Bello (1781–1865). Namun, dua penyair lainnya yang juga memberikan sumbangsi besar patut […]

Read more

Pesona Uluwatu

LANGIT membiru terbentang luas di atas batu-batu karang. Sejenak membawa mata kita untuk merasakan sejuknya angin pantai. Sang Raja Siang perlahan terbenam di Pantai Padang-Padang, surga kecil yang terletak di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Bali, Kamis (6/11).  Dalam satu dekade terakhir, dengan maraknya sadar wisata dan penemuan kembali tempat-tempat indah klasik Bali, Padang-Padang telah mengukuhkan […]

Read more

Ilya Repin: Raksasa Seni Rupa Rusia

DALAM sejarah seni rupa Rusia, hanya sedikit nama yang memiliki kekuatan dan penghormatan yang sama dengan Ilya Repin. Kiprah sang seniman masih diperbincangkan hingga ini hari.  Repin lahir di Chuhuiv (Kekaisaran Rusia; kini Ukraina), pada 5 Agustus 1844. Ia muncul di tengah periode perubahan sosial dan politik yang mendalam di Rusia, dan kuasnya menjadi alat […]

Read more

Chairil Anwar

BEGITULAH! Chairil Anwar (1922-1949) tetap menjadi salah satu tokoh paling penting dan menggetarkan dalam sejarah sastra Indonesia. Hidupnya singkat 26 tahun, namun penuh semangat. Sebab, ia berhasil membentuk kembali lanskap puisi Indonesia.  Ia adalah seorang pelopor, seorang pemberontak, dan pemantik suara hati yang terus bergema dengan energinya yang murni, kemandirian yang kuat, dan pertanyaan eksistensial […]

Read more

Johan Tanan: Realitas Baru Kreativitas

DARI dentuman ritmis orkestra hingga sapuan warna-warni lukisan, budaya seringkali dipandang sebagai gudang tradisi, gema berharga masa lalu. Namun, di balik lapisan warisan ini, sebuah kekuatan dahsyat yang seringkali tak terungkap terus berperan: kreativitas.  Ya, kreativitas serupa alat tenun tak terlihat. Ia senantiasa menenun ulang benang-benang sejarah dengan imajinasi kontemporer, melahirkan bentuk-bentuk baru, interpretasi segar, […]

Read more

Eko Rahmy: Pelukan Abstrak Alam

SEKAWANAN pengunjung remaja nampak antusias. Mereka datang untuk melihat-lihat karya Eko Rahmy dalam pameran lukisan tunggal bertajuk Notasi Visual: metamorphic colony yang digelar di Galeri Zen1, Menteng, Jakarta Pusat.  Pameran tersebut berlangsung pada 4 Juli sampai 20 Juli 2025. Nuansa karya abstrak ekspresionis begitu kental Rahmy hadirkan sebagai bentuk atas permenungannya dalam memaknai segala sesuatu […]

Read more

Juara Lomba Menulis Puisi Tanpa AI 

TIGA pemuisi muda berbakat (emerging talent) berhasil meraih Piala Remy Sylado pada ajang Lomba Menulis Puisi Tanpa AI yang digelar secara langsung di Kopi Ketjil – Balai Budaya, Jakarta Pusat, pada Sabtu, (28/6). Perlombaan yang diinisiasi oleh Postmodum ini sebagai bentuk apresiasi bagi para penulis di sekitar Jabodetabek dalam menyajikan karya secara jernih, murni, dan […]

Read more

Piala Remy Sylado untuk Emerging Talent 

UNTUK memacu daya kreatif para peserta Lomba Menulis Puisi Tanpa Al, maka pemenang akan diberikan Piala Remy Sylado. Penghargaan pertama ini diperuntukkan bagi mereka yang berdedikasi dan berprestasi di bidang sastra, khususnya penulisan puisi. Remy Sylado (12 Juli 1945 – 12 Desember 2022) sendiri adalah seorang sastrawan multitalenta Indonesia. Ia memiliki kemampuan menulis puisi, novel, […]

Read more